Ujian yang diselenggarakan oleh Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikbudristek ini tidak menguji hafalan materi, melainkan mengukur kedalaman penalaran siswa melalui berbagai bentuk soal seperti pilihan ganda biasa dan pilihan ganda kompleks (memilih lebih dari satu jawaban benar atau mencentang pernyataan benar/salah).
Berikut adalah rincian materi dan kompetensi utama yang diujikan dalam TKA Bahasa Indonesia
1. Membaca Pemahaman dan Penalaran Teks Literasi
Bagian ini menguji kemampuan memahami esensi dari berbagai jenis teks kompleks, baik teks nonfiksi maupun fiksi.
  • Pemahaman Tekstual: Mengidentifikasi informasi tersurat, menemukan gagasan utama (ide pokok), mengenali tujuan penulis, dan menentukan makna kata/istilah dalam konteks bacaan.
  • Pemahaman Inferensial: Menarik kesimpulan dari informasi tersirat, memprediksi kelanjutan cerita atau dampak dari suatu peristiwa dalam teks, serta menghubungkan antar-ide dalam bacaan.
  • Evaluasi dan Apresiasi: Menilai akurasi dan kualitas data dalam teks, membandingkan dua teks dengan topik serupa namun sudut pandang berbeda, serta memberikan tanggapan atau opini kritis terhadap isi bacaan
2. Jenis Teks yang Digunakan
Siswa akan dihadapkan pada teks-teks yang lebih panjang dan kontekstual:
  • Teks Informatif (Nonfiksi): Artikel ilmiah populer, teks eksplanasi, laporan hasil observasi, berita, brosur, atau teks editorial/opini.
  • Teks Fiksi / Apresiasi Sastra: Cerita pendek (cerpen), puisi, fabel, atau penggalan novel, baik karya sastra Indonesia maupun terjemahan. Siswa diminta menganalisis unsur intrinsik (tema, alur, perwatakan, latar) dan memaknai pesan moral atau gaya bahasa (majas).
3. Struktur Teks dan Kaidah Kebahasaan
Menguji ketepatan pemahaman siswa terhadap tata bahasa baku dan struktur penulisan sesuai dengan standar Ejaan Yang Disempurnakan (EYD):
  • Struktur Alur Teks: Mengenali bagian-bagian pembangun teks (seperti orientasi, komplikasi, resolusi pada narasi, atau tesis, argumen, penegasan ulang pada eksposisi).
  • Kebahasaan & Tata Bahasa: Penggunaan imbuhan (afiksasi), bentukan kata, frasa/klausa, serta kepaduan paragraf (kohesi dan koherensi).
  • Kalimat Resmi & Efektif: Mengidentifikasi struktur kalimat formal yang digunakan dalam surat dinas, dokumen akademik, atau teks kerja, serta memperbaiki kalimat yang tidak efektif atau rancu
Tips Menghadapi Ujian TKA
Karena fokus ujian adalah penalaran (logika membaca), strategi terbaik adalah memperbanyak latihan membaca teks panjang, melatih konsentrasi untuk menemukan poin penting dalam paragraf, serta membiasakan diri menjawab model soal pilihan ganda kompleks. Kamu bisa mencoba mengakses simulasi resmi atau pembahasan soal dari platform terpercaya seperti
Contoh Soal.
Cermati teks bacaan berikut untuk menjawab soal nomor 1 dan 2!
Dampak AI (Kecerdasan Buatan) dalam Pendidikan: Peluang atau Ancaman?
Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) ke dalam dunia pendidikan formal tingkat menengah di Indonesia membawa perubahan signifikan. Di satu sisi, aplikasi pembelajaran berbasis AI mampu memberikan personalisasi materi sesuai kecepatan belajar masing-masing siswa. AI juga dapat membantu guru dalam mengoreksi tugas secara otomatis, sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk memberikan bimbingan moral dan konseling personal kepada siswa yang tertinggal.
Namun, di sisi lain, ketergantungan yang berlebihan pada AI dikhawatirkan dapat mengikis kemampuan berpikir kritis dan orisinalitas siswa. Banyak siswa kini menggunakan AI generatif untuk menyelesaikan tugas esai atau pemecahan masalah matematika tanpa memahami proses di baliknya. Fenomena ini memicu kekhawatiran para pendidik mengenai penurunan daya juang belajar dan potensi plagiarisme digital yang sulit terdeteksi oleh sistem sekolah saat ini.
Soal 1: Pilihan Ganda Kompleks (Model Centang Pernyataan Benar/Salah)
Berdasarkan teks di atas, tentukan apakah pernyataan-pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S) dengan memberikan tanda centang

No. Pernyataan Benar (B) Salah (S)
1. Penggunaan AI dalam pendidikan membuat guru kehilangan waktu untuk memberikan bimbingan moral kepada siswa.
2. Personalisasi materi pembelajaran merupakan salah satu dampak positif dari integrasi AI bagi siswa.
3. Sistem sekolah saat ini sudah memiliki alat yang sangat akurat untuk mendeteksi plagiarisme dari AI generatif.
4. AI dapat memicu penurunan daya juang belajar siswa karena mempermudah penyelesaian tugas tanpa proses berpikir.
Soal 2: Pilihan Ganda Kompleks (Model Memilih Lebih dari Satu Jawaban Benar)
Manakah pernyataan berikut yang menggambarkan tantangan atau dampak negatif dari penggunaan AI berdasarkan teks bacaan tersebut? (Pilihlah dua jawaban yang benar)
  • A. Guru memiliki waktu lebih luang karena koreksi tugas dilakukan otomatis.
  • B. Mengikisnya kemampuan berpikir kritis dan orisinalitas ide milik siswa.
  • C. Meningkatnya potensi plagiarisme digital yang sulit dideteksi pihak sekolah.
  • D. Penyesuaian materi pembelajaran yang adaptif dengan kecepatan belajar siswa.

Kunci Jawaban dan Pembahasan
Jawaban Soal 1:
  1. Salah (S) → Pembahasan: Paragraf pertama justru menyebutkan bahwa AI membantu guru mengoreksi tugas sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk memberikan bimbingan moral.
  2. Benar (B) → Pembahasan: Paragraf pertama menyebutkan “aplikasi pembelajaran berbasis AI mampu memberikan personalisasi materi sesuai kecepatan belajar”.
  3. Salah (S) → Pembahasan: Paragraf kedua akhir menyatakan bahwa plagiarisme digital akibat AI “sulit terdeteksi oleh sistem sekolah saat ini”.
  4. Benar (B) → Pembahasan: Paragraf kedua menjelaskan siswa memakai AI tanpa memahami proses di baliknya, memicu kekhawatiran penurunan daya juang belajar.
Jawaban Soal 2:
  • B. Mengikisnya kemampuan berpikir kritis dan orisinalitas ide milik siswa.
  • C. Meningkatnya potensi plagiarisme digital yang sulit dideteksi pihak sekolah.
  • Pembahasan: Pilihan B dan C tercantum jelas di paragraf kedua sebagai dampak negatif/khawatirkan. Pilihan A dan D adalah dampak positif (peluang) yang ada di paragraf pertama.