Lomba Tingkat II (LT-II) Pramuka Penggalang di Gunung Kerung, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, adalah ajang bergengsi penuh petualangan, kebersamaan, dan uji keterampilan bagi para tunas kelapa muda.
Kegiatan perkemahan dan perlombaan ini tidak hanya sekadar mencari siapa yang menang atau kalah. Acara ini menjadi wadah emas untuk membentuk karakter, melatih kemandirian, serta mempererat tali persaudaraan antar-gugus depan di tingkat kecamatan. Mari kita intip keseruan, persiapan, dan arti penting dari kegiatan Lomba Tingkat II yang diadakan di kawasan indah Gunung Kerung, Jabung. Kecamatan Jabung dikenal memiliki potensi alam yang luar biasa dan suasana pedesaan yang asri. Salah satu spot ikonik di wilayah ini adalah kawasan Gunung Kerung di Desa Pematang Tahalo.
Dengan topografi perbukitan landai dan lapangan yang luas, tempat ini sangat cocok dijadikan lokasi bumi perkemahan. Angin sepoi-sepoi dan pemandangan hijau membuat peserta merasa dekat dengan alam. Suasana pagi hari di tenda-tenda perkemahan sangat hidup. Teriakan yel-yel regu saling bersahutan. Aroma masakan sederhana dari para peserta yang memasak sendiri di depan tenda menambah kehangatan suasana. Di sinilah kemandirian sejati diuji. Anak-anak usia sekolah menengah pertama dan sekolah dasar belajar cara hidup mandiri tanpa bergantung penuh pada orang tua.
Apa Itu Lomba Tingkat II (LT-II)
Bagi yang belum tahu, Lomba Tingkat II atau sering disingkat LT-II adalah pertemuan pramuka penggalang dalam bentuk perlombaan beregu. Tingkatan ini khusus diadakan pada level Kwartir Ranting atau setingkat kecamatan.
  • LT-I: Di tingkat Gugus Depan (sekolah masing-masing).
  • LT-II: Di tingkat Kecamatan (Kwartir Ranting Jabung).
  • LT-III: Di tingkat Kabupaten (Lampung Timur).
Regu yang menjadi juara di LT-II berhak melaju mewakili Kecamatan Jabung ke tingkat kabupaten. Tidak heran jika persaingan terasa sangat ketat namun tetap dibalut dengan sportivitas yang tinggi.
Ragam Mata Lomba Seru dan Menantang
Selama perkemahan di Gunung Kerung, para peserta disibukkan dengan berbagai macam mata lomba. Lomba ini dibagi menjadi dua kategori besar:
keterampilan kepramukaan dan seni budaya.
1. Keterampilan Baris-Berbaris dan Ketangkasan
Disiplin adalah kunci utama Pramuka. Lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) menguji kekompakan langkah kaki, ketegasan pemimpin regu, dan kerapian pakaian. Teriakan aba-aba yang lantang menggema di lapangan Gunung Kerung memancing sorak penonton yang hadir.
2. Pionering dan Pengetahuan Kepramukaan
Membuat tiang bendera atau rak piring darurat hanya menggunakan tongkat dan tali (pionering) menjadi tontonan menarik. Peserta juga diuji pengetahuannya mengenai sandi morse, semaphore, pengetahuan umum, serta sejarah kepanduan nasional.
3. Penjelajahan Alam (Jelajah Rimba)
Inilah menu utama yang paling ditunggu. Rute penjelajahan di sekitar Gunung Kerung dan Pematang Tahalo memberikan tantangan tersendiri. Peserta harus membaca peta perjalanan, membuat peta pita, menyelesaikan pos-pos ujian darurat seperti pertolongan pertama (P3K), hingga menebak tanda jejak alam.
4. Pentas Seni dan Kreativitas Daerah
Malam harinya, suasana dingin Gunung Kerung dicairkan oleh kehangatan api unggun. Setiap regu menampilkan pentas seni terbaik mereka, mulai dari tarian daerah khas Lampung hingga drama musikal yang kreatif. Gelak tawa dan tepuk tangan meriah menutup malam keakraban tersebut.
Manfaat Positif Mengikuti LT-II di Jabung
Mengapa kegiatan seperti ini sangat penting bagi anak-anak muda di Kecamatan Jabung? Jawabannya terletak pada pembentukan mental.
  • Melatih Kepemimpinan: Menjadi pemimpin regu (pinru) mengajarkan cara mengambil keputusan di saat sulit.
  • Kerja Sama Tim: Tidak ada yang bisa menang sendirian. Keberhasilan regu ditentukan oleh kerja sama seluruh anggota.
  • Cinta Lingkungan: Berkemah di alam terbuka melatih peserta untuk menjaga kebersihan dan menghargai alam sekitar.
Kegiatan positif ini juga menjauhkan anak-anak dari pengaruh buruk  atau pergaulan bebas. Mereka belajar berinteraksi secara nyata, saling menolong, dan menciptakan kenangan indah masa remaja bersama kawan se-kecamatan.