Salam Pramuka! Suasana ceria, kompak, dan penuh semangat kepanduan menyelimuti bumi perkemahan di Gudep MTs Ma’arif 2 Nurul Huda Adirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Pekik takbir dan yel-yel Pramuka bergemuruh lantang menandai dimulainya kegiatan yang paling dinantikan oleh para anggota muda, yaitu Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu (Perjusami).
Kegiatan luar ruangan yang seru ini digelar dalam rangka Penerimaan Tamu Galang (PTG). Ini merupakan sebuah tradisi penting dalam dunia kepanduan untuk menyambut adik-adik Pramuka Siaga yang berpindah tingkatan menjadi Pramuka Penggalang, maupun bagi anggota baru yang siap berproses di gugus depan.
Perjusami Dilaksanakan mulai hari Jumat, 30 Oktober hingga Minggu, 1 November 2026, perkemahan ini mengusung tema yang sangat mendalam: “Pramuka Hebat, Berkarakter Kuat, Siap Menghadapi Masa Depan.” Lewat momentum ini, nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, dan Dasadharma ditanamkan sejak dini kepada para peserta.

Sinergi Dua Pangkalan di Jabung Lampung Timur

Ada yang istimewa dari gelaran Perjusami tahun ini. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi apik yang diikuti oleh Penggalang MI Nurul Huda dan Gudep MTs Ma’arif 2 Nurul Huda. Gabungan dari kedua instansi di bawah naungan LP Ma’arif NU ini menciptakan atmosfer persaudaraan yang begitu kental di wilayah Kwartir Jabung, Lampung Timur.
Sejak Jumat pagi, area bumi perkemahan di Gudep MTs Ma’arif 2 Nurul Huda Adirejo sudah dipenuhi oleh ratusan peserta yang datang membawa perlengkapan kemah lengkap. Mulai dari terpal, tongkat, tali, hingga peralatan memasak pribadi dibawa dengan penuh antusias. Kerja sama langsung terlihat nyata saat mereka saling bahu-membahu mempersiapkan segalanya di bawah  bimbingan para kakak pembina dan dewan penggalang.

Upacara Pembukaan Perjusami yang Khidmat dan Membakar Semangat

Puncak dari hari pertama perkemahan adalah Upacara Pembukaan Perjusami Penerimaan Tamu Galang yang dilaksanakan dengan khidmat di lapangan utama. Bertindak selaku Pembina Upacara adalah Ketua Majelis Pembimbing Gugus depan (Kamabigus) MTs Ma’arif 2 Nurul Huda, Kak Maslur Hadi, S.Pd.I. Dalam amanatnya yang penuh motivasi, Kak Maslur Hadi memberikan ucapan selamat datang yang hangat kepada seluruh tamu penggalang. Beliau menekankan pentingnya menghayati tema perkemahan agar para siswa tidak hanya sekadar bermain, tetapi benar-benar pulang membawa perubahan karakter yang positif.
“Pramuka adalah tempat terbaik bagi kita untuk belajar hidup mandiri, belajar bekerja sama dalam tim, dan memupuk rasa cinta pada tanah air. Melalui tema Pramuka Hebat, Berkarakter Kuat, Siap Menghadapi Masa Depan, Kakak berharap adik-adik dari MI dan MTs dapat menyerap semua ilmu dari pembina dan mengamalkan Trisatya serta Dasadharma dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kak Maslur Hadi dengan penuh semangat. Secara simbolis, Kak Maslur Hadi membuka kegiatan Perjusami dengan memasangkan tanda peserta perkemahan, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dan sorak gembira dari seluruh peserta upacara. Momen ini menandai bahwa petualangan seru selama tiga hari ke depan resmi dimulai.

Manajemen Jajaran Panitia yang Solid

Keberhasilan acara besar ini tentu tidak luput dari kerja keras jajaran kepanitiaan yang solid di balik layar. Manajemen perkemahan dikomandoi langsung oleh Ketua Umum Kak Yazid Fauzi, yang memastikan seluruh sarana, prasarana, dan konsep acara berjalan dengan matang.
Dalam menjalankan tugasnya, Kak Yazid didampingi oleh Ketua 1 Kak Fauzi Irawan yang mengoordinasikan bidang operasional dan teknis lapangan, serta Ketua 2 Kak Putri yang mengawal jalannya administrasi, konsumsi, dan kesiapan mental para peserta perempuan. Kerja sama segitiga emas ini membuat transisi perpindahan golongan dari Siaga ke Penggalang berjalan sangat terstruktur dan aman.

Mengapa Penerimaan Tamu Galang itu Penting?

Bagi sebagian orang awam, mungkin muncul pertanyaan, kenapa sih harus ada Penerimaan Tamu Galang? Dalam struktur Gerakan Pramuka, perpindahan tingkatan dari golongan Siaga (usia 7-10 tahun) ke golongan Penggalang (usia 11-15 tahun) memerlukan masa adaptasi khusus. Proses perpindahan ini disebut sebagai Penerimaan Tamu Galang. Melalui Perjusami di MTs Ma’arif 2 Nurul Huda Adirejo ini, para peserta diperkenalkan dengan adat pasukan penggalang, sistem regu yang lebih otonom, serta pola latihan yang tentu saja lebih menantang. Di tingkat Penggalang, mereka dituntut untuk bisa mengambil keputusan secara berkelompok, memasak makanan sendiri tanpa bantuan orang tua, dan memecahkan berbagai sandi kepanduan.

Rangkaian Kegiatan yang Edukatif, Religius, dan Menyenangkan

Kakak-kakak panitia telah merancang jadwal yang sangat seimbang antara materi teknik kepramukaan, kegiatan fisik, hiburan, dan penanaman nilai spiritual.
    1. Pendalaman Teknik Kepramukaan (Tekpram)
      Di sini, penggalang MI dan MTs diajarkan kembali mengenai materi dasar pionering (tali-temali membuat jemuran dan tiang bendera), membaca arah mata angin menggunakan kompas, memecahkan sandi kotak, hingga teknik Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
    2. Kegiatan Keagamaan 
      Sebagai sekolah yang berada di bawah naungan Ma’arif NU, nilai-nilai religius menjadi pondasi utama perkemahan di Jabung ini. Setiap memasuki waktu salat, seluruh peserta wajib melaksanakan salat berjamaah yang dilanjutkan dengan zikir, istigatsah, dan pembacaan tahlil bersama di musala perkemahan. Gudep MTs Ma’arif 2 Nurul Huda membuktikan diri tidak hanya tangguh di lapangan, tetapi juga kuat secara spiritual.
    3. Malam Api Unggun dan Pentas Seni yang Legendaris
      Hari Sabtu malam menjadi puncak keakraban. Dinginnya angin malam di Desa Adirejo seketika sirna saat api unggun utama mulai dinyalakan, diiringi prosesi pengucapan Dasadharma. Di lingkaran api yang hangat ini, setiap regu dari MI Nurul Huda maupun MTs Ma’arif 2 Nurul Huda menampilkan bakat terbaik mereka, mulai dari drama komedi, tarian daerah Lampung, hingga bernyanyi bersama yang mempererat rasa persaudaraan.
    4. Penjelajahan Alam (Wide Game)
      Pada hari Minggu pagi, keseruan berlanjut dengan kegiatan penjelajahan alam sekitar Kecamatan Jabung. Setiap regu harus melewati beberapa pos tantangan untuk menguji ketahanan fisik, kekompakan tim, dan penalaran logika mereka.

Menatap Masa Depan dengan Karakter Unggul

Perjusami yang berlangsung sukses dari tanggal 30 Oktober sampai 1 November 2026 ini bukan hanya sekadar agenda tahunan yang lewat begitu saja. Lewat kegiatan luar ruangan ini, anak-anak sejenak melepaskan ketergantungan dari gadget. Mereka kembali belajar bersosialisasi secara nyata, menyelesaikan konflik kecil di dalam regu, dan belajar menghargai kelestarian alam sekitar Lampung Timur.

Penutupan yang Manis dan Penuh Kenangan

Minggu pagi, kegiatan Perjusami resmi ditutup dengan upacara penutupan sekaligus pengukuhan anggota Pramuka Penggalang yang baru. Wajah-wajah lelah namun bahagia terpancar jelas dari seluruh peserta. Meskipun kulit sedikit terbakar matahari dan pakaian dipenuhi noda tanah, pengalaman berharga yang didapatkan selama tiga hari dua malam ini tidak akan pernah tergantikan.
Selamat kepada adik-adik Penggalang MI Nurul Huda dan Gudep MTs Ma’arif 2 Nurul Huda yang telah resmi diterima menjadi bagian dari keluarga besar Pramuka Penggalang. Semoga semangat membara yang ditularkan oleh Kamabigus Kak Maslur Hadi, S.Pd.I, Ketua Umum Kak Yazid Fauzi, beserta seluruh panitia dapat terus dijaga demi memajukan Gerakan Pramuka di Indonesia.
Sampai jumpa di perkemahan seru berikutnya! Satyaku kudarmakan, Darmaku kubaktikan. Salam Pramuka!